Dokter Spesialis Bedah (Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas)
HOTLINE dr Peter
0812-1067-435
Email
DIGESTIHEALTH@GMAIL.COM

Bedah Bariatrik untuk Pasien Obesitas

bedah obesitas, bedah baritarik, dr peter ian limas
bedah obesitas, bedah baritarik, dr peter ian limas

Bedah Bariatrik merupakan salah satu solusi untuk menurunkan resiko penyakit yang dikarenakan obesitas. Bedah Bariatrik adalah prosedur memodifikasi saluran pencernaan. Prinsip utama dari Bedah Bariatrik adalah menggunakan prinsip restrictive yang akan menyulitkan makanan yang masuk dan akan mengalami malabsorpsi. Hal ini untuk mencegah terserapnya makanan pada lambung.

Terdapat beberapa jenis bedah bariatrik atau operasi lambung yang sering digunakan untuk penanganan obesitas diantaranya yaitu gastric bypass, sleeve gastrectomy, mini gastric bypass, dan adjustable gastric banding.

1. Sleeve Gastrectomy

Sleeve Gastrectomy merupakan teknik bedah yang paling mudah. Operasi ini dilakukan dengan membuat lambung pasien menyisakan sukuran jari kelingking atau sekitar 15 persen. Teknik ini biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami obesitas yang berat.

Operasi Lambung ini akan dapat menurunkan berat badan yang cukup drastis yaitu sekitar 5 persen dibandingkan dengan teknik operasi yang lain. Operasi lambung dengan cara sleeve gastrectomy dapat membuat pola hidup pasien akan membaik. Daya tampung lambung yang kecil akan membuat pasien akan cepat merasa kenyang dan dapat menurunkan porsi makanan yang akan dimakan secara drastis.

Hal ini terkadang juga akan menimbulkan resiko yaitu naiknya asam lambung ke area esofagus hingga kerongkongan. Asam lambung bisa naik dapat menimbulkan heartburn.

2. Gastric Bypass

Gastric Bypass merupakan operasi pencernaan dengan membuat jalan pintas atau bypass. Operasi lambung ini berbeda dengan teknik sleeve gastrectomy. Gastric Bypass hanya akan memotong sekitar 15 cc dari bagian atas lalu dibuatkan jalan pintas hingga makanan tidak melewati sebagaian usus.

Teknik ini dapat menyebabkan malbosorpsi pada makanan. Makanan yang masuk tidak akan melewati sebagian usus sehingga kalori tidak dapat diserap secara sempurna. Gastric Bypass sering diaplikasikan pada pasien yang menderita obesitas.

Gastric Bypass memiliki prosedur yang lebih rumit, Pasien yang menjalani operasi bariatrik gastric bypass harus menjaga konsumsi makanannya dari makanan yang bergula. Pasien harus dapat membatasi diri jika terlalu banyak mengonsumsi makanan manis akan terkena dumping syndrome. Dumping syndrome adalah gangguan pencernaan yang diakibatkan konsumsi makanan manis yang berlebih. Hal ini akan membuat terut akan sakit sehingga memancing pengeluaran cairan termasuk insulin.

3. Mini Gastric Bypass

Prosudur mini gastric bypass merupakan gabungan dari kedua teknik sebelumnya. Dua prinsip pembedahan dijadikan satu yaitu dengan memotong lambung akan lebiih panjang dari gastric bypass namun tidak lebih panjang daripada sleeve gastrectomy. Dengan tindakan yang minimal yaitu satu sambungan maka akan menurunkan resiko.

4. Adjustable gastric banding

bedah obesitas, bedah baritarik, dr peter ian limas
bedah obesitas, bedah baritarik, dr peter ian limas

Teknik ini tidak akan banyak memotong atau memodifikasi usus. Adjustable gastric bading dilakukan dengan mengaplikasikan cincin untuk mengikat bagian atas lambung. Kekuatan ikatan cincin akan disesuiakan dengan kebutuhan. Teknik ini memiliki resiko yaitu jika pasien tidak mematuhi saran dokter maka makanan akan bisa tersangkut dikarenakan makanan tidak dapat melewati cincin. Teknik ini sering digunakan di Australia.

Leave a Reply

WhatsApp chat