Dokter Spesialis Bedah (Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas)
HOTLINE dr Peter
0812-1067-435
Email
DIGESTIHEALTH@GMAIL.COM

Mengenal Berat Badan Obesitas: Penyebab, Gejala dan Penanganan

berat badan obesitas

Berat badan obesitas. Meskipun obesitas bukanlah istilah yang asing di telinga, tidak banyak yang mengetahui dengan pasti konsep obesitas itu sendiri. Masih banyak orang yang menyamakan antara obesitas (kegemukan) dengan berat badan berlebih (overweight), padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Lantas, apa yang dimaksud dengan berat badan obesitas?

Secara umum, obesitas dapat diartikan sebagai penumpukan lemak tubuh dalam jumlah jauh melebihi normal. Kondisi ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit kronis serta menurunkan harapan hidup. Tidak hanya itu, kualitas hidup juga menurun akibat kondisi medis yang satu ini. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai obesitas, penyebab dan gejalanya, simak penjelasan berikut ini.

Penyebab Obesitas

Kegemukan merupakan kondisi medis yang lazim dijumpai pada anak-anak maupun orang dewasa. Apabila dibiarkan, kondisi kegemukan dapat meningkatkan resiko munculnya beragam penyakit kronis.Gaya hidup kurang sehat serta pola makan tidak terkontrol dituding sebagai penyebab timbulnya obesitas. Kenyataannya, faktor yang menyebabkan obesitas cukup kompleks dan beragam.

Secara umum, obesitas disebabkan oleh penumpukan kalori dalam tubuh. Kalori yang brelebihan tersebut kemudian ditimbun dalam bentuk lemak sehingga penderita obesitas cenderung mempunyai lemak tubuh dalam jumlah tinggi. Terdapat beberapa faktor penyebab yang memungkinkan seseorang menimbun kalori dalam tubuh sebagai berikut:

Genetik

Obesitas merupakan penyakit yang tidak menular namun dapat diwariskan secara genetik. Apabila kedua atau salah satu orang tua mengalami obesitas, anak jauh lebih beresiko untuk mengalami kondisi medis tersebut dibandingkan dengan anak dari orang tua tanpa obesitas.

Menurut sebuah penelitian, orang yang membawa gen obesitas mempunyai nafsu makan yang lebih tinggi pada makanan tinggi gula dan berlemak. Selain itu, orang dengan gen tersebut juga tidak merasa cepat kenyang sehingga dapat mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Dengan demikian, faktor genetik juga masih terpengaruh oleh pilihan diet yang dikonsumsi.

Makanan

Makanan merupakan salah satu penyebab utama munculnya obesitas baik pada anak maupun orang dewasa. Makanan dengan kandungan gula, garam, lemak, dan minyak yang tinggi sangat berpotensi meningkatkan timbunan kalori dalam tubuh. Sayangnya, makanan tersebut justru digemari oleh masyarakat karena memiliki rasa gurih dan lezat.

Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat atau junk food dalam waktu yang lama dan jumlah yang banyak berarti menimbun lemak dalam tubuh tanpa disadari. Alhasil, obesitas mengintai dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Apabila olahraga dan diet sudah tidak berhasil mengurangi berat badan, maka bedah bariatrik menjadi jalan akhir yang harus ditempuh.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan juga menjadi penyebab obesitas pada sebagian orang. Penambahan berat badan bisa menjadi efek samping dari konsumsi obat tertentu dalam jangka waktu lama. Contoh obat yang berpengaruh pada berat badan adalah antidepresan. Selain itu, obat diabetes juga dituding menjadi penyebab kenaikan berat tubuh secara perlahan.

Bagaimana obat bisa meningkatkan berat badan? Beberapa jenis obat tersebut mengubah kerja otak dan beberapa fungsi tubuh sehingga meningkatkan nafsu makan. Metabolisme tubuh juga menjadi berkurang. Faktor inilah yang menyebabkan timbulnya obesitas bagi orang-orang yang mengkonsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka waktu lama.

Malas gerak

Jarang berolahraga dan malas gerak menjadi salah satu penyebab utama berat badan obesitas. Perkembangan teknologi membuat orang menjadi malas untuk bergerak dan memilih untuk lebih banyak bersantai. Padahal aktivitas fisik sangat penting untuk membantu membakar kalori sehingga tidak menimbun dalam tubuh.

Malas gerak juga menyebabkan perlambatan metabolisme tubuh sehingga kalori semakin menumpuk. Apalagi jika diikuti dengan pola makan tidak terkontrol, maka obesitas sudah tidak dapat dihindari lagi. Oleh karena itu, perbanyak aktivitas fisik untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan mempercepat pengeluaran energi.

Gejala Berat Badan Obesitas

Secara awam, penderita obesitas mungkin dapat dikenali dari gejala membesarnya ukuran tubuh dan terlihat lebih gemuk. Padahal, orang gemuk belum tentu obesitas karena tergantung dari Indeks Masa Tubuh yang dihitung dengan tinggi badan.

Sebenarnya tidak ada gejala pasti yang bisa digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita obesitas atau tidak. Diperlukan tes pengukuran untuk membantu meyakinkan bahwa seseorang benar-benar mengalami obesitas. Beberapa pengukuran yang dapat dilakukan antara lain:

  • Indeks Masa Tubuh (IMT)
  • Lipatan kulit menggunakan alat ukur skinfold
  • Lingkar pinggang
  • Kadar lemak tubuh menggunakan alat BIA

Sayangnya beberapa pengukuran tersebut hanya dapat dilakukan di pusat layanan kesehatan. Yang paling mudah bagi Anda untuk melakukan pengukuran adalah tes Indeks Masa Tubuh. Sekarang ini banyak sekali alat untuk mengukur IMT secara online. Anda hanya perlu memasukkan berat badan serta tinggi badan kemudian mendapatkan hasil IMT.

Hasil IMT lebih dari 25 masuk ke dalam kategori overweight, sedangkan lebih dari 30 masuk ke dalam kategori berat badan obesitas. Orang dengan IMT lebih dari 40 dikategorikan sebagai obesitas serius. Meskipun demikian, pengukuran IMT tidak serta merta akurat karena tidak dapat membedakan antara lemak atau otot yang berkembang.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengunjungi dokter atau tenaga medis untuk menentukan apakah Anda mengalami obesitas atau tidak. Dokter akan membantu melakukan pemeriksaan secara detail sehingga tingkat obesitas dapat ditentukan dengan lebih pasti. Anda juga dapat berkonsultasi mengenai penanganan yang tepat.

Penanganan Berat badan Obesitas

Terdapat beberapa cara untuk menangani kegemukan dan menghindari resiko penyakit kronis, seperti diet dan olahraga. Sayangnya, dua cara tersebut dipandang kurang efektif terutama bagi penderita berat badan obesitas serius yang mengalami kesulitan untuk bergerak. Jalan terakhir untuk menyingkirkan obesitas adalah dengan bedah obesitas atau bariatrik.

Operasi bariatrik dilakukan dengan cara memanipulasi organ pencernaan, baik membatasi ruang lambung atau mengurangi serapan nutrisi ke dalam tubuh. Beberapa metode yang lazim dilakukan adalah gastric bypass dan sleeve gastrectomy.

Bagi Anda yang mengalami berat badan obesitas dengan BMI lebih dari 35 dapat mengambil langkah yang satu ini. Dr. dr. Peter Ian Limas merupakan seorang dokter spesialis bedah yang siap membantu Anda menyelesaikan permasalahan berat badan obesitas secara efektif. Dengan konsultasi secara intensif, dokter dapat meminimalisir resiko sesuai dengan karakter Anda.

Dr. dr. Peter Ian Limas tidak hanya melakukan pembedahan untuk menguruskan tubuh tetapi untuk memperbaiki metabolisme. Berat badan yang menurun akan meningkatkan metabolisme serta menghilangkan resiko munculnya penyakit kronis yang berbahaya.

Digestihealth Bariatrics dari RS Sumber Waras menghadirkan tiga layanan bariatrics surgery, yaitu gastric bypass, mini gastric bypass, serta sleeve gastrectomy. Setiap metode mempunyai keuntungan dan resiko tersendiri sehingga Anda perlu berkonsultasi dengan dr. Peter sebelum menjalani operasi agar bisa menentukan prosedur yang tepat.

Kabar baik, dr. Peter juga membuka layanan konsultasi melalui WhatsApp sehingga lebih mudah untuk diakses. Hanya dengan menghubungi nomor +6281-2106-7435, Anda bisa menyampaikan berbagai pertanyaan tentang obesitas maupun operasi bariatrik. Tunggu apa lagi? Sayangi diri Anda dan ucapkan selamat tinggal pada berat badan obesitas. Kunjungi bedahobesitas.id untuk info lebih lanjut.

Leave a Reply

WhatsApp chat