Dokter Spesialis Bedah (Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas)
HOTLINE dr Peter
0812-1067-435
Email
DIGESTIHEALTH@GMAIL.COM
bypass lambung

Bypass Lambung. Pernahkah Anda mendengar tentang operasi bypass lambung untuk mengurangi berat badan? Biasa disebut sebagai operasi bariatrik, prosedur bedah ini dilakukan dengan cara memanipulasi organ pencernaan sehingga dapat menurunkan berat badan secara signifikan. Salah satu metode yang digunakan dalam operasi bariatrik adalah bypass lambung. Apakah metode ini efektif dibandingkan dengan metode lain?

Dikenal dengan nama lain gastric bypass, prosedur bedah yang satu ini terbilang cukup lazim dilakukan di seluruh dunia. Para penderita obesitas yang membutuhkan pertolongan biasanya direkomendasikan dengan operasi bedah bypass, meskipun tidak seluruhnya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur dan manfaat gastric bypass, simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Gastric Bypass

Gastric bypass atau bypass lambung yang dalam dunia medis dikenal dengan nama Roux-en-Y Gastric Bypass merupakan sebuah prosedur operasi bariatrik yang melibatkan pembuatan jalur khusus antara lambung dan usus kecil. Meskipun terbilang rumit, metode ini menawarkan persentase keberhasilan yang cukup tinggi untuk menurunkan berat badan, yaitu berkisar antara 60 hingga 80 persen.

Secara umum terdapat dua komponen dalam gastric bypass atau bypass lambung, yaitu pembuatan kantong perut dengan cara memotong lambung bagian atas. Komponen yang selanjutnya adalah pemotongan usus kecil untuk kemudian dihubungkan dengan kantong perut yang telah dibuat sebelumnya. Dengan kata lain, prosedur ini mempersempit ukuran lambung.

Dengan ukuran lambung yang semakin kecil, kapasitas makanan yang dapat ditampung menjadi semakin sedikit. Hal inilah yang membuat Anda lebih cepat kenyang meskipun hanya mengkonsumsi sedikit makanan. Prosedur ini juga berpengaruh pada produksi hormon pencernaan karena dapat menekan nafsu makan sehingga Anda tidak berhasrat untuk ngemil atau makan terus menerus.

Meksipun menawarkan hasil yang menjanjikan, bukan berarti metode bedah ini tidak mempunyai resiko. Terdapat beberapa resiko yang mungkin ditimbulkan dari operasi yang dilakukan, antara lain:

  • Luka pada area lambung dan usus akibat operasi.
  • Jaringan parut yang timbul di dalam lambung dapat menyebabkan timbulnya penyumbatan menuju usus.
  • Kantong buatan pada lambung bisa mengalami kebocoran.
  • Kekurangan gizi karena nutrisi yang terserap ke dalam tubuh menjadi sangat terbatas.
  • Muntah yang diakibatkan oleh tidak cukupnya ruangan untuk menampung seluruh makanan yang dikonsumsi.

Mengapa Memilih Bypass Lambung?

Terlepas dari berbagai resiko yang mungkin muncul akibat operasi, tidak dapat dipungkiri bahwa gastric bypass tetap menjadi prosedur paling lazim yang dilakukan di seluruh dunia. Hal ini tidak terlepas dari berbagai keunggulan yang ditawarkan. Jika Anda berencana untuk melakukan operasi gastric bypass, berikut ini manfaat dan keunggulan yang bisa Anda dapatkan:

Persentase keberhasilan tinggi

Dibandingkan dengan metode bedah bariatrik lain, gastric bypass mempunyai persentase keberhasilan yang terbilang tinggi. Prosedur ini menawarkan 60 hingga 80 persen penurunan berat badan. Jumlah ini tentunya sangat signifikan dan bermanfaat bagi Anda yang harus mengurangi berat badan dalam jumlah banyak untuk menghindari berbagai resiko penyakit kronis.

Mengurangi jumlah asupan makanan

Gastric bypass atau bypass lambung juga bermanfaat untuk mengurangi jumlah asupan makanan yang masuk ke dalam lambung. Karena melibatkan manipulasi ukuran lambung, kantong perut dengan ukuran kecil menampung lebih sedikit makanan. Dengan demikian, Anda akan merasa cepat kenyang meskipun hanya mengkonsumsi makanan dalam jumlah sedikit.

  Pengeluaran energi lebih besar

Prosedur operasi gastric bypass bisa menyebabkan tubuh berada dalam kondisi di mana pengeluaran energi menjadi lebih besar. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi berat badan secara efektif. Semakin besar energi yang dikeluarkan, semakin besar pula jumlah kalori yang dibakar menjadi energi. Dengan demikian, tumpukan lemak menjadi berkurang.

Mempengaruhi hormon

Bedah obesitas ini juga dapat mempengaruhi hormon di dalam usus. Prosedur operasi menimbulkan perubahan hormon sehingga dapat mengurangi nafsu makan. Selain itu, Anda juga merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama. Cara seperti ini sangat bermanfaat untuk membatasi jumlah asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga mengurangi berat badan secara signifikan.

Diet pasca operasi bariatrik

Setelah menjalani bedah bypass bukan berarti berat badan Anda akan menurun secara permanen. Tanpa gaya hidup sehat yang diikuti dengan pola makan teratur, bukan tidak mungkin tubuh Anda akan kembali seperti semula. Oleh karena itu, Anda perlu mengontrol porsi makan serta tetap melakukan olahraga pasca operasi.

Terkait diet yang dapat dilakukan setelah menjalani operasi bariatrik, terdapat panduan khusus yang perlu diperhatikan agar hasil operasi lebih maksimal. Selain itu, menjalani prosedur diet yang disarankan juga membantu mempertahankan berat badan Anda agar tidak mengalami obesitas kembali.

Berikut ini beberapa panduan diet pasca operasi bariatrik:

Pilihan makanan

Agar penurunan berat badan tetap stabil namun nutrisi tubuh terpenuhi, Anda perlu memperhatikan pilihan makanan untuk dikonsumsi. Makan makanan dengan gizi seimbang, namun dalam porsi kecil. Pilih makanan rendah kalori, rendah lemak, serta rendah gula agar berat badan Anda tidak kembali naik. Pastikan Anda mendapatkan asupan yang cukup untuk protein setiap harinya.

Cara makan

Untuk menghindari konsumsi terlalu banyak makanan, Anda dapat mengunyah secara perlahan dengan gigitan kecil. Hal ini memberikan rasa kenyang lebih cepat namun jumlah makanan yang masuk hanya sedikit. Selain itu, jangan gunakan sedotan saat minum karena akan membuat kantong perut terisi dengan udara sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Jumlah kalori

Perhatikan jumlah asupan kalori harian Anda. Untuk satu hingga dua bulan pertama pasca operasi, asupan kalori harus berada antara 300 hingga 600 kalori per hari. Setelah melampaui dua bulan, jumlah kalori tidak boleh melebihi 1000 kalori per hari.

Operasi bariatrik bersama dr. Peter Ian Limas

Prosedur yang dilakukan selama operasi bariatrik terbilang rumit dan membutuhkan keahlian khusus. Karena tergolong operasi besar, bariatrics surgery juga mungkin menyebabkan beberapa resiko yang tidak Anda inginkan. Oleh karena itu, penanganan oleh ahli yang telah berpengalamn di bidangnya sangatlah penting.

Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp.B-KBD merupakan seorang dokter ahli bedah yang telah berpengalaman selama 5 tahun dalam bidangnya. Berpraktek di Rumah Sakit Sumber Waras, Anda bisa mendapatkan penanganan maksimal ketika ingin menjalani operasi bariatrik atau pelayanan lain seperti operasi usus buntu atau penjahitan luka.

Selain melayani prosedur gastric bypass atau bypass lambung, dr. Peter juga melayani prosedur bariatrik dengan metode lain yaitu mini gastric bypass serta sleeve gastrectomy. Anda dapat menentukan pilihan sesuai dengan kondisi tubuh. Jika kesulitan untuk menentukan pilihan yang tepat, dr. Peter siap untuk memberikan edukasi dan informasi terkait operasi tersebut.

Bagi Anda yang ingin selalu terhubung dengan dr. Peter, kini tersedia layanan konsultasi melalui jejaring WhatsApp. Hanya dengan menghubungi nomor +6281-2106-7435, Anda bisa mengajukan berbagai pertanyaan seputar obesitas dan operasi bariatrik. Jalani hidup lebih sehat dan berkualitas dengan melakukan bypass lambung bersama dr. Peter Ian Limas yang telah berpengalaman di bidangnya.

Leave a Reply

WhatsApp chat