Dokter Spesialis Bedah (Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas)
HOTLINE dr Peter
0812-1067-435
Email
DIGESTIHEALTH@GMAIL.COM

Kupas Tuntas Bedah Bariatrik bersama Dr dr Peter Ian Limas

Apa itu Bedah Bariatrik?
Bedah Bariatrik adalah Ilmu yang mempelajari orang atau pasien yang memiliki kelebihan berat badan.

Mengapa bedah bariatrik dilakukan ke penderita obesitas?
Kita lihat dibalik kelebihan berat badan terdapat banyak penyakit yang sudah siap untuk muncul.
Mengapa tidak berolahraga saja?
Orang yang berat badan 100 sampai 150 bahkan 200 untuk mencapai ke berat badan normal itu perjalanan yang jauh hingga 150 kg.

Bayangkan untuk menurunkan 150 kg, penurunan berat badan 5-7 kg saja susah. Berat badan yang tidak ideal jika tidak diturunkan maka banyak penyakit yang akan muncul. Resiko yang lain yaitu harapan hidupnya juga akan lebih pendek. Maka dari itu harus dilakukan penurunan berat badan pada pasien obesitas sehingga resiko-resiko itu dapat dikurangi.

Batasan berat badan untuk bedah bariatrik?
Ada beberapa batasan dikarenakan ada cost, risk dan benefit. Pasien mengeluarkan biaya yang banyak. Ada riskonya walaupun kecil. Hal yang terburuk dari resiko bedah bariatrik yaitu dapat dirawat selama sebulan di rumah sakit tapi kasus itu jarang sekali. Jika resiko itu diambil hanya untuk menurunkan 5-7 kg itu merupakan hal yang tidak masuk akal. Tetapi jika setelah dilakukan pembedahan pasien akan mengalami penurunan berat badan hingga 70 kg itu menjadi sangat masuk akal.

Ada beberapa batasan untuk bedah bariatrik. Beberapa pasien menanyakan untuk penurunan berat badan dibawah kriteria. Diluar negeri kok bisa? Untuk efek samping yang ditanggung untuk menurunkan 5-7 kg itu hal yang tidak etis. Beberapa orang juga menanyakan indikasinya apa jika hanya menurunkan 5-7 kg berat badan saja? Jika menurunkan pasien obesitas 5-7 kg dengan melakukan operasi bariatrik maka itu adalah hal yang sangat berat. Kalau pasien obesitas mengalami penurunan berat badan hingga 70 kg itu akan sangat masuk akal.

Kriteria apa bedah bariatrik?
Kriteria dari pasien obesitas yang akan dilakukan bedah bariatrik paling gampang dapakai adalah Indeks Masa Tubuh. Indeks masa tubuh dapat dihitung dengan berat badan/(tinggi badan x tinggi badan). Perhitungan Ini adalah cara mudahnya walaupun ada kriteria lain.

Contoh 164 cm berat badan 101 kg maka BMAnya 37.65 ini sudah termasuk kriteria untuk melaukan berat bariatrik. Kalau dilihat secara rinci kapan secara indikasi melakukan bedah bariatrik, untuk asia adalah BMI 37.5 tanpa ada diabetes dan hipertensi. Kalau ada penyakit itu maka lebih rendah yaiut 32.5.

Apakah bedah bariatrik itu khusus untuk pasien diabetes saja atau hipertensi saja? Atau harus keduanya?
Pasien penderita hipertensi atau diabetes maka akan masuk kritera BMI yang lebih rendah yaitu 32.5. Jika pasien menderita diabetes atau hipertensi maka penangan lebih cepat lebih baik.

Berapa maksimal umum untuk bedah bariatrik?
Kita ingat arya yang berumur 17 tahun itu usianya dibawah pubertas memang secara umum kita mengharap pasien itu memiliki usia diatas pubertas. Terkadang pasien usia masih bayi itu bisa menjadi sangat rentan juga dapat dilakukan operasi bariatrik atau operasi obesitas.

Resiko bedah bariatrik untuk bayi seperti apa?
Kalau bayi dipandang sudah sangat buruk perlu dilakukan tindakan.

Bagaimana cara kerja Bedah Bariatrik sehingga dapat menurunkan berat badan dan dapat menangani pasien dengan obesitas?
Bedah bariatrik memiliki 2 metode operasi:
Operasi restriktif => Jenis operasi ini bertujuan membatasi kemampuan tubuh dalam mengonsumsi makanan. Hal ini dilakukan dengan mengecilkan ukuran lambung.
Operasi malabsorbsi => Jenis operasi ini bertujuan untuk mengubah proses penyerapan makanan. Operasi ini juga mem-bypass bagian tertentu dari saluran pencernaan, sehingga operasi ini juga dapat membatasi kemampuan penyerapan kalori dalam tubuh.

Pasien setelah melakukan bedah bariatrik maka pola makanannya sangat dikit 2 – 3 sendok akan sudah kenyang bahkan sudah mengganjal. Pada umumnya pasien akan tidak merasa lapar sehingga kadang hanya minum air putih atau teh. Hal itu akan konsisten sampai 1 tahun.
Operasi Bariatrik Malabsorbsi dengan metode gastric bypass menyebabkan makanan langsung masuk ke usus bagian bawah tanpa melewati lambung. Hal Itu yang menyebabkan penyerapan makaknannya lebih sedikit walaupun sangat dipengaruhi pola makan pasien.

Pasien yang dilakukan bedah bariatrik atau bedah obesitas yang awalnya diabetesnya tinggi maka secara bertahap akan turun dan normal tanpa obat-obatan. Hormon insulin akan termodifikasi dan menyebabkan insulin menjadi lebih banyak sehingga lebih efeketif.

Jika melakukan steples untuk bedah bariatrik / bedah obesitas apa hal tersebut bisa bocor?
Resiko kebocoran jika melakukan steples pada bedah bariatrik pasti ada tetapi hal itu sangat jarang terjadi. Hal itu dapat dihindari dengan teknik operasi yang baik dan pasien harus menaati peraturan diet setelah operasi. Tekik steples sering dilakukan pada sleeve gastrectomi dan jarang sekali ada kasus kebocoran. Perbandingan tingkat kebocorannya 1-2 banding 1000. Saya Teknik yang lebih aman sebenernya adalah teknik bypass. Walaupun mengalami kebocoran maka dapat ditangani lebih mudah berbeda dengan Sleeve Gastrectomi yang susah untuk penangannya.

Yang dimaksud teknik steples itu apa?
Steples adalah benda yang terbuat dari titanium yang tidak beraksi dengan tubuh kita. Dia akan terbenam di jaringan kita. Steples ini juga tidak akan terdeteksi metal detektor.

Apa betul efek nya malabsorbsi, pasien obesitas harus minum kaslium dan vitamin c seumur hridup dikarena enzim yang berkurang?
Belum tentu, secara unum harus dilakukan pengawasan terhadap asupan protenin, vitamin, kalsium dan folat harus dimonitor.

Teknik bedah bariatrik yang paling efektif yang mana?
Yang paling popluar sleeve gastrectomi. Teknik ini sangat simpel, hanya dengan melakukan steples dibanding. Teknik bypass agak sedikit rumit harus melakukan beberapa sayatan dan sambungan bypas. Gastric Bypass memiliki keunggulan yaitu dia penurunan berat badan lebih banyak dibanding sleeve dan penurunan berat badannya akan tahan lebih lama. Ada juga teknik gabungan dari itu mini gastric bypass dan Sleeve Gastectomi yang lebih baik dari yang lain. Hal ini semua adalah sebagai alat bukan sebagai solusi, misal bisul minum obat sembuh. Bedah Bariatrik berbeda dari itu, dokter dan pasien harus melaukukan kerja sama untuk menurukan berat badan.

Dengan Bedah Bariatrik dapat menurunkan berapa kg berat badan?
Penurunan yang paling banyak 70 % dari keebihan berat badan. Contohnya pasien dengan berat badan 150 kg, idealnya 50 kg, pasien akan dapat turun hingga 70 kg. Penurunan itu akan memakan waktu 6-12 bulan saja. Sangat cepat dan drastis.

Setelah operasi kulit menjadi menggelambir itu bagaimana penanganannya?
Itu ada efek samping dari bedah bariatrik. Itu harus dioperasi untuk menenganin itu. Kalau usia lebih lanjut maka akan lebih berdampak daripada yang muda. Yang muda akan tidak lebih terlihat. 200 kg ke 70 kg kulit bergelambir itu tidak bisa dihindari.

Berat badan yang sudah mengalami penurunan akan dapat kembali seperti semula?
Ini pertanyaan yang esensial ini. Berat bariatrik adalah alat. Jangan berharap bahwa setelah melakukan bedah bariatrik lalu pasien hanya duduk di sofa makan chip maka berat badan turun. Setiap pasien memiliki aturan untuk makan setelah melakukan bedah bariatrik. Minum yang manis-manis harus dikurangi dan harus menerapkan pola makan yang sehat. Protein dan karbohidrat harus tercukupi.

Bedah bariatrik adalah alat. Selama 2 tahun pasien akan memiliki kebiasan makan yang baik dikarenakan dibuat sleeve yang sangat ketat. Terkadang minum airupun susah dan tidak nyaman. Dalam waktu 2 tahun pasien yang melakukan pola itu berat badannya tidak akan naik. Pasien juga harus mengikuti aturan dengan tetap berolahraga dan diet.
Apakah teknik bypass dapat melar?
Semua teknik bisa melar. Tergantung teknik operasi dan pola makan pasien setelah operasi.

Apa yang menyebabkan setelah operasi 3 bulan pertama sering muntah?
Yang paling diperhatikan dalam asupan adalah kalori dan protein nya juga cukup tidak terlalu tinggi. Kadang pasien tertahan karena kalori tinggi tetapi memang bervariasi setiap pasien. Yang penting protein tercukupi.

Operasi Bariatrik setelah melahirkan?
Untuk orang setelah melahirkan bisa melakukan bedah bariatrik jika masuk kriteria. Tidak ada batasan selama proses menyusuinya lancar.
Bagaimana Persiapan sebelum melakukan bedah bariatrik?
Persiapannya pasien harus melakukan konsultasi dengan dokter. Niatnya seperti apa. Yang kedua pasien juga harus berkonsulasi dengan dokter gizi. Pola tidur pasien juga harus diperhatikan. Pasien juga harus melakukan diet 10-14 hari sebelum operasi. Hal itu agar livernya menjadi tipis sehingga operasi dapat mudah dilakukan.

Setelah operasi berapa lama perawatanya?
Biasanya hari kedua pasien sudah pulang dapat pulang. Pasien harus melakukan aktifitas berdiri dan jalan. Pasien yang obesitas kalau tidak mobilisasi itu berbahaya jadi harus langusung berjalan.

Apa perut yang dibedah itu besar?
Tidak. Pasien yang obesitas itu memiliki lemak hingga satu jengkal. Makannya operasinya dilakukan parascopic melakukan pembedaahan dalam lubang lubang kecil kita masukkan kamera di dalam rongga perut. Terkadang ada 5 lubang . Pada prinsipnya akan menimbulkan luka yang kecil.

Cerita sukses bedah bariatrik ?
Ada yang mengalami penurunan berat badan hingga 100 kg.

Kalau pasien penderita diabetes aman tidak jika melakukan operasi?
Kalau gemuk dan diabetes sangat perlu. Karena dibaters itu sangat mengerikan apalagi dengan rokok. Itu tinggal nunggu jantung koroner nya.
Diabetes luka tidak sembuh bedah bariatrik
Diabetes yang yang tinggi akan dikontrol dulu diturunkan selama 1 hari dan diturunkan sampai dibawah 200 kalau luka nya tidak sembuh harus normal dulu jadi sehingga sembuh dulu.

Leave a Reply

WhatsApp chat