Dokter Spesialis Bedah (Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas)
HOTLINE dr Peter
0812-1067-435
Email
DIGESTIHEALTH@GMAIL.COM

Mengatasi Kegemukan dengan Operasi Bedah Obesitas: Efektifkah?

operasi bedah obesitas

Operasi Bedah Obesitas untuk Penderita Obesitas. Obesitas merupakan salah satu penyakit tidak menular yang kerap diabaikan. Stigma masyarakat tentang berbadan subur adalah tanda kemakmuran membuat obesitas tidak dianggap sebagai masalah kesehatan yang harus segera diatasi. Padahal obesitas dapat memicu berbagai penyakit kronis sehingga perlu dilakukan penanganan khusus, salah satunya adalah melalui operasi bedah obesitas.

Di Indonesia, jumlah penderita obesitas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, angka penderita obesitas telah mencapai 21,8 persen. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin angka kematian akibat penyakit kronis yang disebabkan oleh obesitas juga turut meningkat. Operasi bedah obesitas sebagai salah satu solusi untuk menurunkan berat badan bisa menjadi alternatif untuk mengurangi angka obesitas.

Apa yang dimaksud obesitas?

operasi bedah obesitas

Operasi bedah obesitas merupakan prosedur bedah yang tidak boleh dilakukan oleh setiap orang. Hanya penderita obesitas atau orang dengan penyakit khusus diperbolehkan menempuh langkah ini. Operasi bedah obesitas sendiri menjadi solusi terakhir apabila penderita obesitas tidak berhasil dalam melakukan berbagai macam diet dan olahraga.

Lantas, apa yang dimaksud dengan obesitas? Secara garis besar obesitas merupakan sebuah kondisi di mana BMI seseorang berada pada angka 30 atau lebih. Sedangkan untuk seseorang dengan BMI di atas 40, maka obesitas yang dialami masuk ke dalam kategori serius dan membutuhkan penanganan dengan cepat.

Obesitas menjadi salah satu syarat untuk melakukan prosedur operasi bedah obesitas. Hal ini dikarenakan operasi ini merupakan operasi besar dan mampu membuat perubahan besar dalam hidup. Operasi bedah obesitas juga tidak sama dengan bedah kosmetik karena bariatrik bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan menurunkan berat badan secara signifikan.

Menurut dr. Peter Ian Limas, Sp.B-KBD yang merupakan dokter spesialis bedah RS Sumber Waras mengatakan bahwa pasien yang menjalani operasi bariatrik dan mengalami penurunan berat tubuh bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Beliau juga menyampaikan bahwa bedah ini hanya dapat dilakukan oleh orang dengan obesitas.

Perbedaan operasi bedah obesitas dengan sedot lemak

Anda mungkin mengira bahwa operasi bedah obesitas yang bertujuan untuk mengurangi berat tubuh sama halnya dengan sedot lemak. Menurut dr. Peter, bedah ini bukanlah bedah kosmetik layaknya sedot lemak. Operasi bariatrik bukan bertujuan untuk kecantikan tetapi untuk mengobati orang sakit dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan antara operasi bedah bariatrik dengan sedot lemak, Anda perlu menyimak poin-poin berikut ini:

1. Pengaruh terhadap rasa lapar

Anda yang pernah menjalani operasi bariatrik akan mengalami perubahan nafsu makan. Karena ukuran lambung yang menjadi lebih kecil, Anda merasa lebih cepat kenyang dan tidak mudah lapar dibandingkan dengan orang dengan lambung normal. Hal inilah yang memungkinkan penurunan berat badan secara signifikan dalam waktu relatif singkat.

Sementara itu, sedot lemak sama sekali tidak berpengaruh terhadap rasa lapar. Prosedur sedot lemak hanya menghilangkan jaringan lemak di lokasi yang diinginkan dan tidak memberikan pengaruh secara langsung terhadap organ pencernaan.

2. Modifikasi saluran cerna

Operasi Bedah Obesitas merupakan prosedur di mana saluran cerna dimodifikasi dan dimanipulasi sehingga mengurangi jumlah asupan makanan yang masuk. Modifikasi dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui pengikatan lambung atau pembuatan jalur baru yang terhubung langsung dengan usus kecil.

Dalam prosedur sedot lemak, saluran cerna tidak mengalami modifikasi atau manipulasi. Nafsu makan dan jumlah makanan yang dapat ditampung oleh lambung tetap seperti biasa dan tidak mengalami perubahan akibat prosedur tersebut.

3. Pengaruh terhadap hormon

Modifikasi yang dilakukan pada organ pencernaan berpengaruh pada hormon yang dihasilkan. Hormon ini berperan untuk menekan nafsu makan sehingga Anda tidak cepat merasa lapar. Sedangkan sedot lemak tidak memberikan pengaruh apapun terhadap hormon pencernaan.

4. Penyerapan kalori

Prosedur yang dilakukan selama operasi bedah obesitas memberikan perubahan pada fisiologis organ pencernaan, terutama lambung. Hal ini memberikan dampak cukup besar pada jumlah kalori dan nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh.

Sedot lemak hanya mengambil lapisan lemak pada lokasi yang diinginkan, misalnya di area perut dan pinggang tanpa intervensi pada organ pencernaan. Oleh karena itu, jumlah kalori dan nutrisi yang diserap oleh tubuh tidak mengalami perubahan sesuai dengan makanan yang dikonsumsi.

Apakah operasi obesitas memberikan hasil permanen?

Meskipun operasi bariatrik melibatkan perubahan yang besar pada organ pencernaan, bukan berarti prosedur ini bisa memberikan hasil permanen untuk tubuh Anda. Operasi bariatrik dapat menurunkan berat badan secara signifikan, namun tetap harus diimbangi dengan pola hidup sehat pasca operasi. Jika tidak, maka prosedur yang dilakukan akan menjadi sia-sia.

Dengan kata lain, penurunan berat badan pasca operasi bariatrik tidaklah permanen sehingga Anda tetap harus berjuang untuk mempertahankan berat tubuh ideal. Olahraga dan konsumsi makanan sehat rendah lemak tetap direkomendasikan bagi pasien yang telah menjalani operasi bariatrik.

Olahraga yang disarankan untuk pasien pasca bedah adalah renang. Olahraga ini mampu membakar kalori dalam jumlah tinggi namun tidak memberikan beban yang besar untuk tubuh. Hal ini dikarenakan pasien dengan obesitas terkadang mengalami masalah dengan lutut dan kaki karena menopang tubuh yang terlalu berat.

Rekomendasi tempat operasi obesitas terpercaya

Anda masuk ke dalam kriteria orang dengan obesitas yang ingin menjalani bariatrics surgery? Mengingat resiko yang dihadapi serta prosedur bedah yang cukup rumit, Anda tidak bisa memilih sembarang tempat untuk melakukan operasi bariatrik. Anda perlu selektif dalam memilih rumah sakit, termasuk dokter yang tepat agar operasi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp.B-KBD adalah seorang dokter spesialis bedah yang sangat direkomendasikan untuk Anda yang berencana untuk menjalani operasi bariatrik. Berpraktek di Rumah Sakit Sumber Waras, dokter spesialis ini telah berpengalaman selama 5 tahun dalam menjalani prosedur operasi untuk menurunkan berat badan.

Bersama dengan Digestihealth Bariatrics, Anda dapat memilih tiga prosedur bedah yang berbeda, yaitu gastric bypass, mini gastric bypass, serta sleeve gastrectomy. Anda tidak perlu khawatir jika tidak mengetauhi pilihan yang paling tepat sesuai dengan kondisi tubuh karena dr. Peter Ian Limas akan membantu Anda menentukan pilihan.

Setiap prosedur mempunyai resiko yang berbeda dan memberikan dampak berbeda bagi setiap pasien. Oleh karena itu, diperlukan konsultasi yang intens agar Anda mendapatkan cukup informasi mengenai prosedur operasi yang harus dilakukan.

Dr. dr. Peter Ian Limas juga membuka layanan konsultasi via WhatsApp sehingga memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin bertanya jawab seputar obesitas dan operasi bariatrik yang akan dilakukan. Dengan biaya berkisar antara 45 juta hingga 130 juta, kualitas hidup Anda semakin meningkat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit kronis.

Singkirkan obesitas dari hidup Anda melalui operasi bedah obesitas. Pilih tempat yang tepat dengan dokter spesialis bedah berpengalaman agar Anda bisa mendapatkan hasil yang diharapkan. Dr. dr. Peter Ian Limas siap mengubah hidup Anda melalui prosedur operasi bariatrik untuk mengurangi berat badan secara signifikan. Kunjungi bedahobesitas.id dan dapatkan informasi lebih lanjut mengenai operasi bariatrik.

Leave a Reply

WhatsApp chat