Dokter Spesialis Bedah (Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas)
HOTLINE dr Peter
0812-1067-435
Email
DIGESTIHEALTH@GMAIL.COM

Operasi Bypass Lambung, Alternatif Bagi Penderita Obesitas

operasi bypass lambung

Operasi Bypass Lambung, Gastric bypass atau biasa dikenal sebagai bypass lambung menjadi topik yang ramai diperbincangkan. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia digemparkan dengan beberapa orang penderita obesitas yang mempunyai berat badan mencengangkan, bahkan hingga 200 kg. Operasi bypass lambung menjadi alternatif untuk menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu relatif singkat.

Operasi merupakan jalan terakhir bagi penderita obesitas yang tidak mampu menjalankan diet maupun berbagai jenis olahraga. Terutama bagi mereka yang mempunyai penyakit seperti diabetes mellitus atau tekanan darah tinggi, operasi lambung atau bariatrik sangat direkomendasikan.

Apa itu bypass lambung?

operasi bypass lambung

Bedah lambung atau dikenal dengan nama lain operasi bariatrik merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk memanipulasi organ pencernaan. Tujuan tindakan operasi ini adalah untuk mengurangi jumlah asupan makanan dan nutrisi yang terserap oleh tubuh sehingga berat badan dapat berkurang secara signifikan dalam hitungan bulan.

Operasi bariatrik terdiri dari beberapa prosedur, salah satunya adalah bypass lambung. Sesuai dengan namanya, prosedur ini melibatkan pembuatan jalur baru dari organ lambung menuju usus kecil. Operasi besar ini dilakukan dengan cara memotong lambung kemudian membuat kantong kecil dari lambung bagian atas. Kantong tersebut kemudian dihubungkan dengan usus kecil.

Cara seperti ini cukup efektif untuk membuat Anda merasa kenyang dengan lebih cepat, meskipun jumlah makanan yang dikonsumsi relatif sedikit. Selain itu, prosedur operasi ini juga memungkinkan tubuh untuk menyerap kalori dalam jumlah yang lebih sedikit daripada kondisi lambung normal. Hal ini sangat penting bagi penderita obesitas untuk menurunkan berat badan serta meningkatkan metabolisme tubuh.

Menurut dr. Peter Ian Limas, seorang spesialis bedah dari Rumah Sakit Sumber Waras, operasi bariatrik bukan bertujuan untuk sekedar menguruskan badan. Lebih dari itu, bedah bariatrik bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan demikian, hasil akhir yang didapat tidak hanya berat badan yang berkurang tetapi juga hilangnya resiko terserang penyakit kronis.

Hingga saat ini, bedah bypass lambung menjadi alternatif yang paling lazim digunakan oleh penderita diabetes. Beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan obesitas juga terbantu dengan dilakukannya bypass lambung. Kondisi medis yang dimaksud meliputi diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, artritis parah, hingga sleep apnea.

Apakah operasi bypass lambung beresiko?

Hampir seluruh tindakan bedah pasti memiliki resiko, baik besar maupun kecil. Bypass lambung digolongkan sebagai operasi besar sehingga mempunyai resiko yang besar pula. Meskipun demikian, resiko yang mungkin ditimbulkan sangat tergantung pada beberapa faktor, termasuk karakteristik tindakan serta kondisi pasien.

Karena besarnya resiko yang mungkin ditimbulkan, operasi ini tidak diperbolehkan untuk dilakukan oleh setiap orang. Hanya penderita obesitas yang dapat menjalani operasi batriatik, termasuk bypass lambung. Penderita obesitas dengan penyakit kronis juga lebih diutamakan agar resiko penyakit kronis dapat dikurangi.

Bagi Anda yang mengalami obesitas dan berencana untuk mengambil langkah operasi bypass sebagai solusi terakhir, penting untuk mengetahui resiko yang mungkin ditimbulkan. Berikut ini beberapa resiko yang perlu diwaspadai:

Luka pada organ pencernaan

Prosedur operasi bypass lambung melibatkan pemotongan lambung bagian atas serta pembuatan jalur menuju usus kecil. Cara seperti ini tentu saja menyebabkan luka pada lambung dan usus. Organ dalam lain juga mungkin terpengaruh oleh operasi tersebut. Hal ini tentu saja sangat beresiko sehingga dibutuhkan perhatian khusus oleh dokter spesialis bedah dan tenaga medis lainnya.

Kantong bocor

Lambung bagian atas yang dipotong kemudian dijahit sehingga membentuk kantong kecil. Kantong tersebut mungkin mengalami kebocoran apabila dokter spesialis bedah kurang teliti dalam melakukan penjahitan luka. Resiko ini juga dapat disebabkan oleh jumlah asupan makanan yang terlalu banyak sehingga kantong tidak sanggup menahan jumlah makanan yang masuk.

Muntah

Resiko yang sering dialami oleh pasien yang menjalani bedah obesitas adalah muntah. Meskipun kondisi ini tidak terlalu berbahaya, namun cukup mengganggu apabila terjadi dalam frekuensi yang sering. Muntah setelah makan dapat disebabkan oleh kantong lambung yang tidak mampu menampung semua makanan sehingga mendorongnya keluar.

Kekurangan gizi

Salah satu tujuan operasi bypass lambung adalah untuk mengurangi nutrisi dan kalori yang diserap oleh tubuh. Dalam jangka waktu lama, hal ini mungkin menimbulkan gangguan kesehatan berupa defisiensi vitamin, mineral atau nutrisi lain. Anemia juga menjadi resiko yang dapat dipicu oleh operasi bariatrik bypass lambung. Pada anak-anak, kekurangan gizi mungkin menyebabkan kondisi medis yang lebih buruk.

Dumping syndrome

Dumping syndrome merupakan sebuah kondisi di mana pasien mengalami mual, diare, serta refluks asam lambung. Kondisi ini dipicu oleh konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi. Dumping syndrome perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Efek samping obat bius

Prosedur operasi bypass mengharuskan pasien untuk dibius secara total. Obat bius mungkin memicu berbagai resiko seperti alergi, masalah pernapasan, pendarahan, infeksi, hingga pembekuan darah.

Bypass lambung aman dengan Digestihealth Bariatrics

Berbagai resiko yang disebutkan di atas mungkin menyebabkan kekhawatiran dalam diri Anda. Tidak perlu takut karena setiap pasien mempunyai resiko yang berbeda tergantung kondisi tubuh. Yang paling penting, Anda perlu melakukan konsultasi secara intensif dengan dokter spesialis bedah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal ini membuat pemilihan tempat operasi dan dokter yang tepat menjadi sangat penting. Anda tidak boleh memilih sembarang rumah sakit atau sembarang dokter untuk menjalani operasi besar yang cukup beresiko tersebut. Diperlukan ketelitian untuk menemukan dokter spesialis bedah yang telah berpengalaman di bidangnya.

Dr. dr. Peter Ian Limas Sp.B-KBD adalah seorang dokter spesialis bedah yang kini berpraktek di Rumah Sakit Sumber Waras. Dokter dengan pengalaman 5 tahun ini telah menangani beberapa pasien dengan obesitas melalui operasi bariatrik. Dengan Digestihealth Bariatrics, Anda bisa mendapatkan berat badan normal serta metabolisme tubuh yang semakin meningkat.

Digestihealth Bariatrics menawarkan tiga prosedur operasi bariatrik, salah satunya adalah gastric bypass atau bypass lambung. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi berat badan bahkan hingga 80 persen dari kelebihan berat tubuh. Sebelum menjalani pembedahan, Anda juga dapat berkonsultasi secara intensif dengan dr. Peter sehingga tim medis dapat mengetahui kondisi dan karakteristik tubuh.

Bagi Anda yang mempunyai segudang kesibukan atau menginginkan kemudahan dalam berkonsultasi dengan dr. Peter, kini tersedia layanan konsultasi via WhatsApp melalui nomor +6281 2106 7435. Hanya dengan mengirimkan pesan melalui WhatsApp, Anda dapat menanyakan berbagai hal mengenai obesitas serta operasi bariatrik yang akan dijalankan.

Jalani hidup lebih sehat dan berkualitas dengan berat tubuh ideal. Bagi Anda yang menderita kegemukan, kini saatnya untuk menyingkirkan obesitas dari hidup Anda melalui operasi bypass lambung. Dr. dr. Peter siap untuk membantu memperbaiki metabolisme tubuh Anda dengan meminimalisir resiko yang mungkin ditimbulkan akibat prosedur operasi bariatrik tersebut. Dapatkan informasi lebih lanjut di https://bedahobesitas.id

Leave a Reply

WhatsApp chat